Harmonisasi dan Kata.

Ketika akhir pekan, biasanya muda - mudi menghabiskan waktunya dengan traveling, naik gunung, nongkrong di kafe ataupun nonton bareng liga eropa. Aku sendiri lebih menghabiskan waktu akhir pekan ini dengan nongkrong bersama teman daerahku. Disela nongkrong, biasanya orang - orang bertukar cerita tentang masalah pribadinya ataupun pengalaman hidupnya. Tetapi, malam itu aku sendiri lebih memilih diam. Berusaha menjadi pendengar, meskipun aku sendiri terkadang tidak mendengar kan apa yang mereka bicarakan. Pikiranku tidak bisa mengatakan :" Bagaimana kabarmu ? Atau bagaimana kuliahmu ?. Mulutpun seakan terkunci, dan lebih mementingkan memainkan gadget.

Salah satu teman berseru, "Diam-diam bae, ngopi apa ngopi". Tak lama dari celoteh temanku, tiba - tiba datang seorang pelayan dengan membawa daftar menu. Malam itu aku lebih tertarik pada minuman jus. Ya, Jus Sirsak yang aku pesan. Sambil menunggu pesanan, obrolan malam itu dimulai tugas kuliah yang tidak memberi efek semangat untuk mengerjakan dan berlanjut gibahin teman angkatan. Rasanya 
"Maaf, mengganggu ini pesanannya". 
"Yang warna coklat itu apa teh" ?, sahut temanku. 
"Udah tau warnanya coklat, pasti coklat lah". Ucap PAL. 
"Anak Administrasi Polban ya teh ?". Candaku
" Iya kang". Sahut dia.
"Cantik juga ya". Sahut Ikhsan.
Sampai - sampai Ikhsan membuat snapgram dengan caption, "She serves peace". Kalo tidak salah.
Tanpa basa - basi dan mungkin pesanan terlalu banyak, Teteh pelayanan tersebut dengan tenang meninggalkan meja yang kita tempati. Memang, sebelum dia datang. Seakan-akan pelayan tersebut mempunyai daya tarik bagiku dan bagi yang lainnya. Setelah diamati, ya benar dugaanku dan temanku. Dia memang sekampus dengan ku. Dia adalah mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga. Dia bekerja paruh waktu sebagai pelayan. Entah ketika akhir pekan saja atau hari biasa dia tetap bekerja. Aku tidak tau dan aku tidak sampai memikirkannya begitu jauh. Yang pasti dia adalah wanita hebat yang berkelahi dengan waktu demi satu impian yang mengganggu tidurnya. Pernyataan tersebut aku pinjam dari liriknya Bang Iwan Fals. Malam semakin larut, dan air Tuhan turun. Obrolan pun semakin menjadi - jadi. Ini obrolan yang sangat berat bagiku. Obrolan tentang asmara.  Aku lebih memilih diam, dan menjawab seperlunya. Obrolan ini seakan membawa jiwaku entah kemana, tetapi raga tetap bersama mereka. Karena bagiku asmara bukan kata yang mudah diungkapkan. Begitu pun cinta dan perasaan. Dengan sedikit candaan aku seakan mengalihkan pembicaraan. Tapi, tetap saja aku tidak bisa mengalihkannya. Terpaksa aku hanyut dan terbawa arus obrolan mereka. Waktu menunjukan pukul 23.45, dan pelayan sudah memberikan peringatan 5 menit lagi tempat ini akan ditutup. Tetapi dia, sedikit memberikan tawaran. Seandainya ingin meneruskan obrolan silahkan di depan sudah disediakan kursi. Aku dan teman-teman lebih memilih pulang dan istirahat tanpa meneruskan obrolan tentang asmara. Aku sendiri setelah sampai ke dalam kamar kost. Masih memikirkan tentang kata dan harmonisasi perasaan. Aku berfikir keras tentang kedua kata tersebut. Setelah esok hari setidaknya aku diberikan sedikit pencerahan oleh temanku. Dia berkata, " kata - kata adalah media saja". Hakikatnya, unsur hati dan harmoni yang membuat dan membawa manusia kepada orang lain. Jancuk, dia dapat ilmu sastra dari mana, sampai - sampai aku terkesima dengan penjelasannya. Aku pun langsung bergegas pulang dan mencoba menuliskan tentang dua kata yang sangat penting dalam hidup ini. Yaitu, " kata dan harmonisasi perasaan".  Iya memang benar kata - kata adalah bayangan dan cabang dari hakikat, jika bayangan bisa menarik sebuah benda. Maka sudah tentu, harmonisasi perasaan akan jauh lebih bisa. Bahkan ketika seseorang melantunkan seribu bait syair puisi, satu juta ungkapan gombal dan satu milyar untaian mutiara tentang cinta, sementara tidak ada unsur harmoni perasaan yang mengikatnya, niscaya semua itu tidak ada gunanya sama sekali. Oleh karenanya mulailah cintamu dengan unsur harmoni perasaan, kemudian untuk menyatakan perasaan dan pemikiran gunakanlah kata-kata sebagai media ungkapannya. Pemikiran dan Perasaan tentang sesuatu yang membuat seseorang datang. Memikirkan bunga mawar, akan membawa seseorang mencium wangi mawar. Tetapi jika kamu mencium wangi selain mawar, dan berkata, " Aku pikir ini mawar, tetapi bukan wangi mawar". Berarti ada yang salah dalam pemikiran mu.


Komentar

Postingan Populer